Berhenti atau terus

April 1, 2008

Bekerja selain mengaktualisasikan diri, tentunya tujuan yang paling harus di akui adalah pemenuhan kebutuhan hidup bukan? makan, tempat tinggal dan lainnya sebagainya.
Sebagai orang yang sekarang sedang tak tinggal di rumah orang tua, pilihan untuk tinggal nge-kost bukannya tanpa beban ketika pendapatan dari hasil kerja tak lagi ada atau belum ada cuman ndak tau mau adanya kapan.
Ini bukan cerita diri ini di PHK atau mem PHK kan diri, tapi sebuah dilema ketika tak mendapatkan hak yang seharusnya di terima setelah sebulan berselang.
Semuanya berawal dari kondisi tempat bekerja sedang mengalami kesulitan keuangan, tagihan dari isp yang tertunggak sekian juta, sehingga memaksa semua pihak harus mengerti jika pembayaran cicilan ke isp lebih di dahulukan ketimbang hak (gaji) atau pilihannya hak dibayarkan kemudian selanjutnya ujungtombak usaha di putus. Awalnya hanya tertunda beberapa hari, tapi kemudian minggu, ternyata sekarang telah bulan.
Resah juga akhirnya teryata..
Apakah layak sekarang terus bertahan? ataukah tidak keterlaluan ketika tempat bekerja sedang susah, diri ini pergi?

Leave a Reply