Penipuan (semoga dia sabar…)
April 10, 2008
Pagi 10 April 2008 udara cerah tak ada kerjaan, leyeh-leyeh liat tv. Pk 08.16 tiba – tiba ada penelpon dari +6281318654369. Tak kenal diri ini dengan no telpon itu. Terfikir mungkin ada no baru dari teman, ternyata bukan.
“apa benar benar ini no bla..bla..bla (menyebutkan nomor diri ini)..”
“benar….,”
”Oke, kami dari telkomsel, nama saya Adi Setiawan, terlebih dahulu kami ucapkan selamat, Bapak melihat acara di trans tv tadi malam?… “
“tidak”
“Selamat bapak mendapatkan undian dengan hadiah uang tunai 15 juta rupiah dari telkomsel dan pulsa sebesar nominal 1 juta rupiah.”
“Terima kasih, tapi bagaimana cara mengambilnya?”
“Tenang, semua pajak undian di tanggung telkomsel jadi bapak tidak perlu menanggung pajak undian, ada dua cara pengambilan hadiah, yang pertama bapak datang langsung ke telkomsel Jakarta atau bisa di transfer, bapak punya rekening yang ada atm nya?”
“Punya..”
“Berapa nomor rekeningnya…”
“Bla..bla..bla (menyebutkan nomor rekening diri ini)..”
“Oke, bapak bisa ke atm sekarang?”
“Koq harus ke atm?”
“Begini, kami telah memprogram untuk promosi, jadi bapak ke atm, selanjutnya akan kami rekam untuk bahan promosi..”
“Bagaimana caranya? Gmana programnya?”
“Yang penting bapak sekarang ke atm saja dulu, nanti kami pandu..”
“Maaf saya tidak bisa ke atm sekarang saya lagi sibuk..” (padahal lagi ndak ada kerjaan, kecuali nerima telpon dari penelpon itu sambil tiduran)
“Oh begitu, kapan bapak ada waktu ke atm?”
“Apa tidak bisa kalo tanpa ke atm langsung di transfer aja?”
“Begini pak demi untuk keperluan promosi maka di perlukan bapak ke atm, bisakah bapak meluangkan waktu ke atm? Sebentar saja…”
“Maaf saya sangat sibuk, kerjaan saya tidak bisa di tinggalkan..” (tetep padahal posisi tiduran), “ memang pengumuman undian di transtv nya jam berapa?”
“Jam Sembilan tadi malam..”
“Siapa pembawa acaranya?..”
“Anu… bla..bla..bla.. (tidak jelas) gmana bisakah bapak meluangkan waktu sebentar saja ke atm..”
“Maaf sekali lagi saya lagi sibuk tidak bisa meninggalkan tempat, memang tidak bisa langsung di transfer saja kah tanpa saya harus ke atm?”
“Kalo begitu kapan bapak bisa ke atm, nanti kami hubungi untuk memandu bapak..”
“Saya tidak bisa ke atm, langsung saja transfer ke rekening yang saya sebutkan ya…”
“Bapak..bapak… (tuuuuuuuuuut tuuuuuuuut tut.. telpon pun di putus..)..”
Ada sekitar 15 menit pembicaraan dengan penelpon itu. Pas saat menyampaikan dia dari telkomsel dan diri ini dapat hadiah, kejanggalan nya adalah nomornya bukan no kantor, apa ada ya perusahaan menelpon untuk menyampaikan hadiah dari no telpon selular. Kemudian kejanggalan yang kedua, kenapa harus rekening yang ada atm nya. Kalau benar adanya pasti tak perlu sibuk berulang-ulang menanyakan apa rekeningnya ada atm. Mulai dari situ diri ini tidak nyaman, terfikir mau langsung di tutup saja, tapi ah… orang ini inginnya seperti apa sih.. di dengarkan saja, ikuti saja lah.. ya begitulah selanjutnya. Sebenarnya sempat ingin nyoba ke atm, toh no rekening yang diri ini sebutkan tak ada isinya dan kira-kira selanjutnya apa yang akan orang tersebut instruksikan.. tapi berhubung belum mandi males jadinya… (ha…ha… sutralah…).
Interview lagi
February 21, 2008
Ini juga bukan yang pertama interview, entah yang keberapa. Boleh jadi akan tidak di terima, namun sudah jadi yang terbiasa. Syukur kalo di terima. lho koq pesimis ? entahlah…
Berawal dari sebuah iklan lokal di koran harian … , biasa saja sih, mereka butuh ini dan itu. Ada salah satu posisi yang cocok, ya sudah ta coba lamar. Langsung datang ke lokasi, sebuah ruko kosong tak bernama. Antri…
Tiba saat interview, ada yang aneh? apa perasaan diri ini saja ya..?
Tidak ada tempat duduk, berdiri. Kemudian disuruh mengenalkan diri, mulai nama, tempat tanggal lahir, orang tua dan seterusnya… setelah itu cuma di suruh menunggu panggilan berikutnya, maksimal 1 minggu. Yang membuat aneh adalah di suruh berdiri begitu saja, apakah memang ada model interview seperti itu? trus faedah dan manfaatnya apa ya? dan satu lagi, mereka tak menyebutkan nama perusahaan. Lihat saja nanti, jika di terima.
aneh..